PELATIHAN PEMBUATAN PERMEN WEDANG JAHE 2 IN 1 SEBAGAI KREASI MASYARAKAT

Diah Nurlita, Adi Wibowo, Eva Dania Kosasih

Abstract

Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menurunkan angka kemiskinan, program ini dapat disinergikan dengan Program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sehingga ketergantungan terhadap program PKH tidak terlalu lama. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dengan memberdayakan kelompok masyarakat yang belum produktif secara ekonomi dalam hal ini ibu-ibu kader masyarakat. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan, sangat berkhasiat untuk kesehatan dan bernilai ekonomi. Pembudidayaan Jahe di lingkungan sekitar rumah memudahkan akses terhadap ketersediaan bahan baku TOGA untuk diolah. Permen Wedang Jahe 2 in 1 adalah olahan jahe yang simpel dapat dikonsumsi menjadi permen atau bisa diseduh menjadi Wedang Jahe, dengan pengemasan yang menarik dapat menghasilkan produk olahan jahe yang bernilai ekonomi. Program kemitraan ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang olahan jahe, pengemasan produk jahe, pemasaran produk jahe, praktek mengolah dan membuat permen wedang jahe 2 in 1, serta mengirimkan Ibu-Ibu Kader untuk mengikuti pelatihan izin untuk industri skala rumahan yaitu Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) di Dinas Kesehatan. Hasil dari pre dan post test pada program ini dapat dilihat bahwa pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu kader dalam mengolah dan membuat permen wedang jahe meningkat sebesar 11,05%.

Full Text:

Untitled

References

Astuti, P. (2019). Pengolahan Hasil Pertanian; Mudahnya Membuat Jahe Instan. Retrieved from https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/55-pengolahan-hasil-pertanian-mudahnya-membuat-jahe-instan.html

Bell, B., Adhikari, K., Chambers, E., Alavi, S., King, S., & Haub, M. (2017). Spices in a Product Affect Emotions. Foods, 6, 70.

Fitriani, S. (2011). Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hameed. (2012). An Intervention Study to Evaluate Complince with Personal Protective Equipment among Workers at Textile Industry. Journal of American Science, 8(7), 117–121.

Lestari, N., Sampepana, E., Nurlina, S., & Palupi, T. S. (2007). Diversifikasi Pengolahan Jahe menjadi Produk Awetan. Jurnal Riset Teknologi Industri, 1(1).

Mutaqqin, H., Cahyadin, M., & Widiyanti, E. (2015). Pemberdayaan Usaha jamu Jahe Instan di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo melalui Teknologi Pengolahan Jahe. Inotek, 19(2), 124–138.

Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis (4th ed.). Jakarta: Salemba Medika.

RI, K. Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Rencana Induk Pengembangan Bahan Baku Obat Tradisional (2013).

Santrock. (2008). Lifespan Development (1st ed.). Jakarta: Erlangga.

Sistanto, Soetrisno, E., & Saepudin, R. (2014). Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Permen Susu (Karamel) Rasa Jahe (Zingiber officinale roscoe) dan Temulawak (Curcuma xanthorriza roxb). Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 9(2), 81–90.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.