PENERAPAN PENYULUHAN METODE DEMONSTRASI MENGGUNAKAN TEKNIK FONES DALAM RANGKA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNARUNGU

Cahyo Nugroho

Sari

Pemerintah wajib meningkatkan pelayanan kesehatan di setiap lapisan masyarakat, baik masyarakat yang sehat jasmani rohani maupun masyarakat berkebutuhan khusus, terutama anak berkebutuhan khusus perlu di perhatikan secara khusus pula di dalam menumbuhkan kemandirian dengan meningkatkan keterampilannya dalam menyelesaikan masalahnya dalam kegiatan sehari-harinya, terlihat dari gambaran hasil survei cepat dibeberapa SLB dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa karakteristik jenis kecacatan sebagian besar adalah tunanetra, tunarungu, tuna wicara dan sebagian kecilnya gangguan belajar, perilaku anak berkebutuhan khusus seperti menggosok gigi 2 kali sehari kurang lebih 70 % dan 50-75 % melakukan sendiri tanpa di bantu orang lain, hal ini menyebabkan informasi yang didapatkan oleh anak tunarungu, terutama tentang kesehatan gigi dan mulut tidak ditangkap secara maksimal sehingga membentuk sebuah perilaku yang keliru dan dapat mempengaruhi kondisi Oral Hygiene nya. Tujuan artikel ini mengetahui penerapan penyuluhan metode demonstrasi menggunakan teknik fones dalam rangka peningkatan keterampilan menyikat gigi anak berkebutuhan khusus tunarungu. Metode yang dilakukan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan one group pre test and post test design, yaitu hanya menggunakan satu kelompok subjek dan melakukan pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan pada subjek. Tahapan yang dilakukan pada kegiatan ini meliputi tahap persiapan dan tahap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Pengukuran keterampilan menyikat gigi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan demontrasi dengan teknik fones terhadap anak tunarunguterjadi peningkatan sebesar 84%. Terlihat bahwa hasil angket keterampilan menyikat gigi sebelum dan sesudah terjadi peningkatan.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.