PENJARINGAN DAN PENATALAKSANAAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI USIA 12-18 TAHUN DI MA ATHORIYAH KECAMATAN CIKATOMAS KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017

Meti Megawati, Totok Subianto, Nita Nurvita

Sari

Berdasarkan  laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Tahun 2013  jumlah anemia 40%  dari  60 orang remaja putri, terdapat di Sekolah MA Athoriyah Cikatomas. Data Riskesdas 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia pada Ibu hamil 37,1%. Hal ini dampak lanjut dari tingginya prevalensi anemia pada remaja putri yaitu sekitar 25% dan pada wanita usia subur sebesar 17%. Keadaan ini akibat asupan zat gizi besi dari makanan, baru memenuhi sekitar 40% dari kecukupan (Puslitbang Gizi Bogor, 2007). Peningkatan status gizi remaja putri dapat memutus mata rantai terjadinya stunting,yaitu mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi dalam  tubuh. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Surat Edaran Nomor HK.03.03/V/0595/2016, tentang Aturan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD)  pada Remaja Putri (Rematri) dan Wanita Usia Subur (WUS), yaitu pada remaja putri usia 12-18 tahun adalah 1 tablet per minggu dalam waktu sepanjang tahun, sehingga kebutuhan TTD, yaitu sekitar 60 tablet/tahun, diminum setiap hari senin pada saat atau setelah upacara atau disesuaikan dengan kondisi setempat (Kemenkes RI, 2016). Tujuan penelitian ini mengetahui angka kejadian anemia dan penatalaksanaannya pada remaja putri usia 12-18 tahun di MA Athoriyah di Kecamatan Cikatomas Tahun 2017. Target dan Luaran: pembuatan kartu kendali, pemeriksaan awal hemoglobin (Hb), pendidikan kesehatan, intervensi pemberian TTD 1 kali/minggu, pemeriksaan Hb ulang post pemberian TTD. Diperoleh hasil dari 50 orang Rematri, sebelum diberikan tablet Fe status anemia sebanyak 52% dan  setelah  35%.  Maka  disimpulkan ada perubahan kejadian anemia sebelum dan sesudah diberikan tablet Fe 1 kali/minggu.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.