SOSIALISASI PEMBUATAN TEPUNG DAN MAKANAN OLAHAN SALAK MANONJAYA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DI KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA

Agus Bachtiar, Ima Karimah

Sari

Salak Manonjaya saat ini sudah mulai langka. Hal ini disebabkan karena rasanya asam dan sepat. Selain itu, harganya juga cenderung rendah. Hal ini menyebabkan para petani kurang berminat dalam pembudidayaannya. Sebagian petani mengkonversi lahan tanam salak menjadi tanaman kayu, buah, dan rempah. Handaka dalam penelitiannya tentang analisis usaha tani dan prospek pengembangan Salak Manonjaya, memberikan saran pengembangan kualitas Salak Manonjaya dengan diolah menjadi produk olahan dan adanya pabrik pengolahan di sekitar wilayah pengembangan salak. Sampai saat ini hanya produk manisan, dodol, dan keripik yang dikembangkan oleh salah satu kelompok pengrajin terkenal di Kecamatan Manonjaya. Dengan demikian perlu upaya revitalisasi dan diversikasi produk olahan Salak Manonjaya sebagai pangan lokal untuk memberikan nilai tambah pada buah salak. Penelitian Sumarto mengembangkan pembuatan produk olahan salak seperti cake, muffin, cookies, dan flakes. Hasil uji organoleptik terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur terhadap cake, muffin, cookies, dan flakes berbasis Tepung Salak Manonjaya cenderung disukai. Dengan demikian, Tepung Salak berpotensi dikembangkan menjadi snack yang dapat menyumbangkan energi dan zat gizi lainnya bagi tubuh. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan masyarakat Kecamatan Manonjaya dalam pembuatan Tepung Salak Manonjaya dan olahannya. Sasaran kegiatan ini adalah 15 orang pengrajin makanan olahan Salak Manonjaya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa para pengrajin terampil dalam membuat tepung dan makanan hasil olahannya.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.