PEMBENTUKAN KELOMPOK PRODUKSI ABON NABATI OLEH PKK DAN IBU BALITA GIZI BURUK DI KELURAHAN ARGASUNYA KOTA CIREBON

Uun Kunaepah, Anis Abdul Muis, Priyo Sulistiyono

Sari

Penanggulangan permasalahan kurang gizi memperlukan upaya penanggulangan lintas sektor. Tim Penggerak PKK dan Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam upaya penanggulangan masalah gizi berbasis masyarakat (1). Upaya dinas kesehatan melalui pemberikan tambahan makanan pada balita kurang gizi (2), perlu didukung dengan upaya lintas sektor untuk lebih mengoptimalkan (3). Perbaikan ekonomi (peningkatan pendapatan keluarga), akses pangan yang mudah dan pengetahuan gizi dan kesehatan yang baik harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.Pembentukan kelompok produksi Abon Nabati merupakan kegiatan lanjutan dari Pelatihan Pembuatan Abon Nabati dengan mitra (tenan) yang sama. Kelompok produksi Abon Nabati diharapkan lebih berdaya dalam mendapatkan akses pangan. Kegiatan pembentukan kelompok dilakukan dengan metode pendampingan teknis pengorganisasian, pembuatan, fasilitasi peralatan produksi dan bantuan pemasaran. Hasil kegiatan yaitu terbentuk 2 (dua) kelompok produksi di RW.04 dan RW.10 Kelurahan Argasunya Kota Cirebon yang disahkan dengan Surat Keputusan Lurah Argasunya, Dokumen kerjasama antara Tim Dosen Pengabmas dengan Kelompok produksi telah ditanda-tangani para pihak dan diketahui oleh Ketua program studi D.III Gizi Cirebon serta Lurah Argasunya. Terselenggaranya pelatihan wirausaha mandiri dalam skala mikro pada 2 (dua) calon  kelompok produksi abon nabati. Proses produksi telah dilakukan dua kali dalam kurun waktu satu bulan, dengan total produksi 195 kemasan abon nabati dan 186 sudah terjual, Uang kas kelompok produksi meningkat lebih dari 100%, yaitu dari Rp. 250.000,-. menjadi lebih dari Rp. 500.000,- per kelompok. Kendala dialami kelompok, seperti kemasan yang kurang menarik, produk belum dimanfaatkan untuk PMT posyandu, kesulitan dalam pemasaran produk.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.