GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PERILAKU BERESIKO TERINFEKSI FILARIASIS PADA PENDERITA FILARIASIS POSITIF MICROFILARIA DI KABUPATEN TASIKMALAYA

Taufik Suhendar

Sari

Pada tahun 2004, filariasis telah menginfeksi 120 juta penduduk di 83 negara di seluruh dunia, terutama negara-negara di daerah tropis dan beberapa daerah subtropis. Kabupaten Tasikmalaya adalah daerah endemis filariasis di Jawa Barat. Maka dilakukan penelitian untuk melihat gambaran dan perilaku beresiko terinfeksi filariasis pada penderita filariasis positif mikrofilaria. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan total responden 19 orang. Variable yang diteliti adalah karakteristik responden, umur, jenis kelamin, pekerjaan , pendidikan dan perilaku beresiko terinfeksi filariasis diantaranya  perilaku keluar rumah pada malam hari, mengunakan obat anti nyamuk saat beraktivitas dimalam hari dan menggunakan kelambu saat tidur. Dari data itu didapatkan karakteristik responden semua  berusia  >35 tahun, jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 10 responden (52,6%) dengan tingkat pendidikan  terbanyak adalah SD sebanyak 14 responden (73,3%), serta mayoritas responden bekerja sebagai petani yaitu sebanyak 10 (52,6%) responden. Sedangkan distribusi frekuensi responden penderita filariasis yang memiliki perilaku keluar rumah pada malam hari 9 responden (47,4%), perilaku tidak menggunakan obat anti nyamuk pada malam dari dan saat beraktivitas 12 responden (63,2%), dan memiliki perilaku tidak menggunakan kelambu adalah sebanyak 18 Responden (94,7%). %). Saran penulis terhadap hasil penelitian ini diharapkan Dinkes dan Aparatur terkait lebih meningkatkan promosi kesehatan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.