POTENSI PANGAN FUNGSIONAL DARI EKSTRAK BUAH PISANG UNTUK PENYAKIT ALZHEIMER

Emma Kamelia

Sari

Penyakit Alzheimer merupakan kerusakan neurodegeneratif progresif ditandai hilangnya memori, kognitif, kehilangan selektif saraf, sinaps area hippocampus dan korteks serebri. Diprediksi terjadi peningkatan dari 35,6 juta menjadi 65,7 juta tahun 2030, dan 106,8 juta pada tahun 2050. Peningkatan 13% pada usia diatas 65 tahun dan 45% pada usia di atas 85 tahun. Etiologi karena genetik 70% dan 21% bersifat lingkungan. Gambaran histopatologi terbentuknya plak amiloid pada bagian ekstraseluler serta neurofibrilarry tangles (NFT) di bagian intraselular dan tahap lanjut dapat menyebabkan apoptosis sel neuron. Akumulasi beta amiloid (Aβ) peptide, hiperphosphorilasi tau protein dan peningkatan oxidative stress (OS) memainkan peranan penting dalam patogenesis terjadinya AD. Obat AD seperti reminil, galantamine, donepezil, rivastigmine dan memantine memiliki efek samping yang tidak menyenangkan, mulai beralih ke bahan alam seperti buah pisang/musa paradisiacal-l (MPL) memiliki kandungan serat dan kalori yang tinggi, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, provitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin D, kalium, tryptophan yang merupakan precursor pembentukan serotonin (5-HT), dan zat flavonoid dapat menekan radikal bebas melalui f2-isoprostane serta menstimulasi neurotransmitter dengan kandungan proserotonergic yang dimilikinya (melalui biomarker serotonin) dimana kuantifikasi kedua parameter tersebut diukur menggunakan ELISA Kit, serta menekan laju apoptosis sel neuron (melalui biomarker caspase-3) melalui ekspresi gen mRNA caspase-3 mengggunakan real time-polymerase chain reaction (RT-PCR) sehingga apoptosis dapat diatur sesuai kondisi dan jumlah neuron yang bertahan juga lebih banyak.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.