EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN GASTROENTERITIS PADA BALITA DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

Ranida Arsi, Fitri Afdhal, Dedi Fatrida

Sari

Gastroenteritis adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, gastroenteritis  terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasite. Episode gastroenteritis  pada masa kanak-kanak ringan dapat menyebabkan kehilangan cairan dan dehidrasi signifikan yang dapat menyebabkan kematian. Gastroenteritis tetap menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Hal ini berkaitan dengan kurangnya pasokan air bersih, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sanitasi dan hygiene (khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun) serta kondisi kesehatan dan status gizi yang kurang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua terutama yang memiliki balita mengenai pencegahan dan penanganan penyakit gastroenteritis pada balita di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan tentang gastroenteritis menggunakan leaflet, lembar balik. Populasi target adalah orang tua yang memiliki balita. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 84 orang. Instrumen yang digunakan adalah modul, leaflet, lembar balik. Hasil menunjukkan 100% peserta adalah orang tua balita, 38% yang mengalami gastroenteritis dan 62% yang tidak mengalami gastroenteritis. Kegiatan pendidikan kesehatan yang diberikan cukup bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama orang tua tentang pencegahan dan penanganan gastroenteritis, mayoritas mengekspresikan peningkatan pemahamannya secara verbal. Secara umum dapat disimpulkan status kesehatan balita  cukup baik, namun perlu ditingkatkan dengan menerapkan gaya hidup sehat terutama dengan pengawasan dan bantuan orang tua.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Aden, R. 2010. Seputar Penyakit dan Gangguan Lain Pada Anak. Yogyakarta: Siklus. Hanggar Kreator.

Ariani, P. 2016. Gastroenteritis Pencegahan dan Pengobatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Arief, Mansjoer. 2010. Kapita Selekta Kedokteran, edisi 4. Jakarta: Media. Aesculapius.

Arimbawa, I Wayan, dkk. 2016. Hubungan Faktor Perilaku dan Faktor Lingkungan terhadap Kejadian Gastroenteritis pada Balita di Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali Tahun 2014.ISM Vol.6 No.1, Mei-Agustus.

Kemenkes RI. 2017. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang.

Khorsandi, M., Fekrizadeh, Z., & Roozbahani, N. (2017). Investigation of the effect of education based on the health belief model on the adoption of hypertension-controlling behaviors in the elderly. Clin Interv Aging, 12, 233–240.

Mansjoer, Arif, dkk. 2011. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta: Media Aesculapius.

Muttaqin, Arif & Sari, Kurmala. 2011. Gangguan Gastrointestinal : Aplikasi Asuhan. Keperawatan Medikal bedah. Jakarta : Salemba Medika.

Notoatmodjo. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo S. 2013. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nurarif. A.H. dan Kusuma. H. 2015. APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan. Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta: Media Action.

Purnama, N. L. A., & Yuliana, W. (2019). Pendidikan Kesehatan Pencegahan Dan Penanganan Gastroenteritis Di RW 2 Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya. Jurnal LeECOM (Leverage, Engagement, Empowerment of Community), 1(1), 27-32.

Soemirat, Juli. 2014. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wake dan Tolessa. 2011. Reducing diarrhoeal diseases: lessons on sanitation from Ethiopia and Haiti. International Council of Nurses. 59: 34-39.

Wawan, Dewi. 2010. Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Yogjakarta: Nuha Medika.

WHO, UNICEF. 2017. Diarrhoea : Why Children are still Dying And What Can

Be Done.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.