PENDAMPINGAN KELUARGA DENGAN KARTU PHBS TATANAN RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN KELUARGA

Esti Dwi W, Supadi Supadi, Widjijati Widjijati, Herry Prasetyo

Sari

Pola hidup sehat dalam rumah tangga dapat mewujudkan keluarga sehat yang pada gilirannya akan membentuk masyarakat dan bangsa yang sehat. Peran promosi kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat sangat penting dalam mengantisipasi perilaku keluarga, masyarakat untuk mengetahui, mau, dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi. Beberapa anggota rumah tangga memiliki masa rawan penyakit menular dan tidak menular, oleh karena itu untuk mencegah penyakit tersebut anggota rumah tangga perlu diberdayakan untuk melakukan pola hidup sehat. Rumusan masalah dalam pengabdian masyarakat ini adalah membantu keluarga dengan kartu pola hidup bersih dan sehat dalam penataan rumah tangga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Metode yang digunakan dengan pendampingan keluarga untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat di tatanan rumah tangga dibantu dengan media Audio Visual Aid sesuai kondisi keluarga dan pemantauan Kartu PHBS di tatanan rumah tangga oleh pendamping dari Kader Kesehatan setempat yang telah ditunjuk. Hasil indikator pencapaian tujuan pelayanan adalah 90% perilaku keluarga telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat selama masa pandemi covid-19, namun mereka masih belum memahami dengan baik masing-masing indikator dalam perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga mereka masih terkadang terabaikan karena belum adanya pemahaman yang mendalam tentang PHBS secara mendalam. Padahal, mereka belum pernah terpapar makna hidup bersih dan sehat itu sendiri

Kata Kunci

sehat, gaya hidup, rumah tangga, keluarga, pendampingan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Armstrong,M.A., (2001). Handbook of Personal Management Practice (4th edb). London: Kogan Page

Azwar,S., (2011), Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya, Edisi Kedua,Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes R.I, 2010. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, Dekes RI, Jakarta.

Bryant,T., (2002). Role of Knowledge in Public Health and Health Prmotion , Policy Change. Health Promot Int

Carolina, Putria, Carolina Melitha dan Lestari, Muji, Rizki. 2016. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sumber Informasi Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Keluarga di wilayah kerja Pustu Pahandut sebrang kota Palangkaraya tahun 2016. EviroScienteae Vol. 12, No. 3 Nopember 2016.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2020. Frequently Asked Questions About SARS

Friedman,M.M., (1998), Keperawatan Keluarga Teori dan Praktik, Dalam Yasmin Asih dan Monica Ester (Eds), Alih Bahasa Ina Debora dan Yasmin Asih, Jakarta : EGC.

Kementerian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbang) Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), (2012), Laporan Nasional. Balitbang. Jakarta

Kementrian Kesehatan R., (2010) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga. Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI.

Kementrian Kesehatan RI 2015.,Rumah Tangga Sehat dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Pusat Promosi Kesehatan Jakarta.

Notoatmodjo,S., (2011). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rieneka Cipta

Prabowo, Anis.2016. Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Frekuensi Sakit Anggota Keluarga. Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.Profesi Volume 13 No 2.

Smet, Bart.(1994). Psikologi Pendidikan. Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia

Widaninggar.W, 2019. Pola Hidup Sehat dan Segar. Pusat pengembangan kualitas Jasmani, Jakarta.

William D, dkk ., Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Status Kesehatan , Medical Journal Lampung University vol. 3, no,6. 2014.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.