PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN KELUARGA DALAM MONITORING STATUS KESEHATAN PENDERITA TUBERKULOSIS DI MASA PANDEMI COVID19

Herry Prasetyo, Ulfah Agus Sukrillah, Walin Walin

Sari

Kader kesehatan dan keluarga mempunyai peran penting dalam memonitor status kesehatan penderita tuberkulosis di masyarakat khususnya di masa pandemi covid 19. Status kesehatan yang baik perlu didukung melalui upaya perbaikan asupan gizi harian dan pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas terdekat. Uapaya promotif dan preventif harus diupayakan oleh support system penderita dalam program pengobatan penyakit tuberculosis sampai tuntas. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan kader kesehatan desa dan keluarga penderita tuberkulosis untuk membantu proses kesembuhan melalui monitoring status kesehatan dan perbaikan asupan gizi seimbang dalam pemenuhan kebutuhan harian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah melibatkan 25 peserta yang berasal dari penderita tuberkulosis dan keluarganya, kader kesehatan, petugas kesehatan serta tokoh masyarakat. Adapun, metode pengabdian yang dilakukan meliputi pendidikan kesehatan, pemberian asupan gizi tinggi protein bagi penderita tuberkulosis, praktek penyusunan menu gizi seimbang untuk penderita tuberkulosis, pemberian paket informasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas. Selanjutnya, pendampingan dan monitoring dilakukan oleh kader kesehatan dan tim pengabdi di masyarakat secara door to door untuk mendukung keberhasilan program tuberkulosis. Hasil kegiatan pre-test menunjukkan sebelum dilakukan pemberian asupan nutrisi tambahan tinggi protein, berat badan rata-rata yaitu 39,98 kg  dengan nilai mean kadar Hb adalah 12, 66 g/dL. Selanjutnya, hasil post-test terjadi peningkatan berat badan rata-rata menjadi 40,47 kg dan nilai rata-rata kadar Hb yaitu 13,62 g/dL. Maka, penderita tuberkulosis yang sedang menjalani program pengobatan perlu mendapatkan asupan nutrisi yang baik dengan nilai gizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki sistem imunnya terutama di masa pandemi covid-19.

Kata Kunci

kader, keluarga, monitoring, kesehatan, tuberkulosis.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Alsagaff H, Mukty A. Dasar – dasar ilmu penyakit paru. Surabaya: Airlangga University Press; 2004.

Walin, Sukrillah, U.A. & Prasetyo, H. (2019). Holistic care untuk mendukung kemandirian dan kepatuhan pengobatan penderita TB paru. Rispoltekkes. Poltekkes Kemenkes Semarang.

Achmadi. (2005). Hubungan antara Kualitas Fisik Rumah dan Kejadian Tuberkulosis Paru dengan Basil Tahan Asam positif di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Semarang. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, Volume 1, Nomor 1.

Jayanti, L.D. 2011. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Perilaku Gizi Seimbang Ibu Kaitannya dengan Status Gizi dan Kesehatan Balita di Kabupaten Bojonegoro.Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.

Kemenkes. 2013. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Jakarta.

Kemenkes RI. 2016. Tuberkulosis Temukan Obati Sampai Sembuh. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian RI.

Susilawati, MD, dkk. 2018. Asupan zat gizi makro dan mikro penderita tuberkulosis paru rawat jalan sebelum dan sesudah terapi intensif dengan konseling gizi. Jurnal penelitian gizi dan makanan. Vol 41(1). 55-64.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Profil Kesehatan Indonesia

Tahun 2014. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

WHO. 2020. Global Tuberculosis Report 2020. Geneva.World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Pola Makan Diet DM dengan Aturan 3J (Jumlah, Jenis, dan Jadwal Makan). Jakarta.

Siregar, P.A, Gurning, F.P, Eliska, & Pratama, M.Y. 2018. Analisa faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Berkala Epidemiologi. Vol 6 No 3, 268-275.

Setiati, et al. 2014. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid 1, Edisi VI. Jakarta. Interna Publishing.

Notoatmojo, S. 2012. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.

Novita, E, Ismah, Z & Pariyana (2017). Pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan berat badan pasien tuberculosis. JKK, Vol 4 No 2: 64-68.

Irwan (2017) Epidemiolohi Penyakit Menular. Absolut Media.

Brunner & Suddarth, (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 volume 2.Jakarta EGC.

Putri, Wina Astari., Munir, Sri Melati., Christianto, Erwin., 2016.

Gambaran Status Gizi pada Pasien Tuberkulosis Paru yang

Menjalani Rawat Inap di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal

Online Mahasiswa FK Vol 3(2), p. 1-16.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.