DETEKSI DINI DAN UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DIRI PENDERITA HIPERTENSI UNTUK MEMANFAATKAN LAYANAN KESEHATAN KOMUNITAS

Ni Putu Wulan Purnama Sari

Sari

Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten jika tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Hipertensi mempunyai risiko morbiditas serta mortalitas prematur, yang meningkat sesuai dengan peningkatan tekanan sistolik dan diastolik. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan peningkatannya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Rendahnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk menerapkan gaya hidup sehat atau bersikap peduli akan kesehatan akan menyebabkan peningkatan morbiditas penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya peningkatan tekanan darah yang abnormal sehingga menjurus ke hipertensi melalui peningkatan kesadaran diri masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan komunitas yang ada di wilayahnya. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi, pengukuran tekanan darah, dan pengukuran kadar kolesterol total. Populasi target adalah orang dewasa berusia di atas 40 tahun, termasuk para lansia. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 74 orang. Instrumen yang digunakan adalah modul, leaflet, lembar observasi, sphygmomanometer aneroid, dan DTX instrument. Hasil menunjukkan 100% peserta adalah lansia, 79.3% perempuan, 20.27% mengalami peningkatan tekanan darah atau suspect hipertensi, dan 21.62% mengalami hiperkolesterolemia. Kegiatan pendidikan kesehatan yang diberikan cukup bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit hipertensi, mayoritas mengekspresikan peningkatan pemahamannya secara verbal. Secara umum dapat disimpulkan status kesehatan lansia cukup baik, namun perlu ditingkatkan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Perubahan kesadaran diri untuk lebih  memanfaatkan pelayanan kesehatan komunitas perlu dievaluasi pasca pandemi.

 

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Chinnakali, P., Mohan, B., Upadhyayay, R. P. Et al. (2012). Hypertension in the elderly: prevalence and health seeking behavior. N Am J Med Sci., 4(11), 558–562.

Eshkoor, S. A., Hamid, T. A., Shahar, S., et al. (2016). Factors affecting hypertension among the Malaysian elderly. J. Cardiovasc. Dev. Dis., 3(1), 8.

Khorsandi, M., Fekrizadeh, Z., & Roozbahani, N. (2017). Investigation of the effect of education based on the health belief model on the adoption of hypertension-controlling behaviors in the elderly. Clin Interv Aging, 12, 233–240.

Risnasari, N. (2015). Gambaran tipe kepribadian penderita hipertensi di poli dalam RSUD Gambiran kota Kediri. Nusantara of Research, 2(2), 171-177.

Seangpraw, K., Auttama, N., Tonchoy, P., et al. (2019). The effect of the behavior modification program Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) on reducing the risk of hypertension among elderly patients in the rural community of Phayao, Thailand. J Multidiscip Healthc., 12, 109–118.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, Ed. 8, Vol. 3. Jakarta: EGC.

Triyanto, E. (2014). Pelayanan Keperawatan bagi Penderita Hipertensi secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Umpierre, D., Santos, L.P., Botton, C.E. et al. (2019). The “Hypertension Approaches in the Elderly: a Lifestyle study” multicenter, randomized trial (HAEL Study): rationale and methodological protocol. BMC Public Health, 19, 657.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.