SOSIALISASI DAN PELATIHAN TEKNIS PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN BANJIR DI KOTA TANJUNGPINANG

M. Yusuf MF, Ulfa Hanum

Sari

Permasalahan banjir yang melanda sebagian wilayah di Indonesia dewasa ini, lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia sendiri, seperti kurangnya kepedulian untuk menjaga lingkungan, membangun gedung atau fasilitas bangunan tanpa memperhitungkan area lahan terbuka, dan membuang sampah di aliran drainase air. Banyak cara dan metode aplikatif yang dilakukan dalam mencegah dan mengendalikan banjir di kawasan perkotaan, salah satunya dengan membuat lubang resapan biopori. Biopori adalah lubang-lubang di tanah yang terbentuk karena aktivitas organisme di dalamnya, yang berfungsi untuk meningkatkan daya resapan air, mengurangi risiko banjir, dan melestarikan lingkungan. Keuntungan dari pembuatan lubang resapan biopori adalah praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi dan pelatihan teknis pembuatan lubang resapan biopori kepada masyarakat di Kota Tanjungpinang, guna mencegah dan menanggulangi banjir, khususnya ketika musim penghujan. Adapun Metodologi kegiatan yang dilakukan mencakup 4 tahapan, yaitu survei dan observasi, sosialisasi dan pelatihan teknis, praktik pembuatan lubang resapan biopori, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, parstisipasi dan kerjasama dengan masyarakat berjalan dengan baik dan kooperatif, aplikasi lubang resapan biopori yang dibuat berjumlah 15 titik di sepanjang jalur genangan air hujan, dan hasil monitoring serta evaluasi 15 titik lubang resapan biopori telah berfungsi dengan baik untuk menjadi media penyerap luapan air hujan sehingga dapat mencegah banjir di sekitar kawasan perumahan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan memberikan kontribusi dan manfaat positif bagi masyarakat di Kota Tanjungpinang, khususnya dalam transfer pengetahuan dan keahlian dalam membuat lubang resapan biopori guna mencegah dan menanggulangi banjir secara mandiri dan berkelanjutan.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Anonim. (2018). Biopori: Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan. http://www.biopori.com. [Diakses Agustus 2018].

Arifin S, dkk,. (2012). Menjaga Kelestarian Lingkungan Dengan Biopori. Jakarta: Prosiding The 4th International Conference on Indonesian Studies: “Unity, Diversity and Future”.

Brata K.R dan Anne Nelistya. (2011). Lubang Resapan Biopori. Depok : Swadaya.

Campbell, NA., Reece, J.B., Mitchell, L.G.. 2002. Biologi. Penerbit Erlangga, Jakarta

Hilwatulisan. (2011). Lubang Resapan Biopori (LRB) Pengertian dan Cara Membuatnya di Lingkungan Kita. Jurnal Teknik Kimia, Politeknik Negeri Sriwijaya, eprints polsri, Sumatera Selatan.

Kamir R Brata. (2006). Teknologi Biopori. IPB Press, Bogor.

Karuniastuti, Nurhenu. (2015). Teknologi Biopori untuk Mengurangi Banjir dan Tumpukan Sampah Organik. Forum Teknologi, Vol. 04 No.2.

Maryati, dkk,. (2010). Lubang Resapan Biopori (LRB) Teknologi Teknologi Tepat Guna Untuk Mengatasi Banjir dan Sampah serta Menjaga Kelestarian Air Bawah. Yogyakarta: Tim PPM Biopori UNY.

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup. 2013. Manfaat Lubang Biopori.

http://pplhselo.or.id/berita/manfaat-lubang-biopori.html. [Diakses Agustus 2018].

Redaksi Tanjungpinang Pos. (2017). Tanjungpinang Masih Rawan Banjir. http://tanjungpinangpos.id/tanjungpinang-masih-rawan-banjir/. [Diakses Agustus 2018].

Suaib. (2017). Kampung Kolam Dilanda Banjir. http://koranpeduli.co.id/?p=10669. [Diakses Agustus 2018].

Tim Biopori IPB. (2017). Atasi Banjir dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori.

http://www.biopori.com/news_atasibanjir.php. [Diakses Agusttus 2018].

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.