PENDAMPINGAN KADER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI RW 11 KELURAHAN MULYASARI KOTA TASIKMALAYA

Etin Rohmatin, Yulia Herliani, Helmi Diana

Sari

Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat menurunkan AKI, AKB dan AKBAI, namun hingga saat ini angka kematian ibu masih tinggi, hasil Supas 2015, AKI sebesar 305/100.000 kelahiran hidup, angka kematian anak 20/1000 kelahiran hidup pada SDKI 2007 menjadi 19/1000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilakukan guna mencapai tujuan tersebut dengan mengoptimalkan pemanfaatan buku KIA dalam menunjang kesehatan ibu dan anak melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang telH diakui keefektifannya oleh banyak negara. Secara garis besar, buku KIA di Indonesia mencakup 2 elemen penting, yaitu: alat pencatatan dan sebagai mendia informasi / materi pendidikan berbasis rumah. Namun hasil monitoring evaluasi menunjukan 83% ibu lebih menyebutkan buku KIA sebagai catatan kesehatan ibu (83%) dan catatan kesehatan anak (68%) daripada sebagai informasi penting cara memelihara dan merawat kesehatan ibu (39%) dan kesehatan anak (52%) . Kelengkapan pengisian buku KIA masih rendah terutama pada bagian tumbuh kembang anak. Data diatas menunjukkan bahwa buku KIA cukup efektif dalam merubah perilaku ibu hamil dan ibu balita untuk lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan balitanya. Namun buku KIA belum secara optimal digunakan sebagai mendia informasi, sehingga kepemilikan buku KIA belum berdampang pada peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan anak. Kelurahan Mulyasari terdapat 11 posyandu, salah satu posyandu bertempat di RW 11 berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tamansari yang mana sebanyak 6 kader belum pernah mendapatkan pendampingan tentang pemantauan tumbuh kembang Balita. Metode yang tepat salah satunya adalah dengan melakukan pendampingan kader untuk meningkatkan keterampilan tumbuh kembang. Sasaran pada pengabdian kepada masyarakat "Pendampingan Kader dalam meningkatkan tumbuh kembang balita" berjumlah 6 orang.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Candra A, Puruhita N, Susanto JC. 2011. Risk Factors Of Stunting among 1-2 Years Old in Semarang City, Media Medika Indonesia 2011; 45: 206-2012

Depkes RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia 2008. http://www.depkes.go.id

Kementerian Kesehatan RI (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan). 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013).

WHO. 2010. Nutrition landscape information system (NLIS) Country Profile Indicators; interpretation guide. WHO : Geneva

Kemererian Kesehatan RI. 2015. Kebijakan Dalam Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Anak, Pelatihan Bagi Pelatih Fasilitator Kelas Ibu.

Trihono, Atmarita, dkk. 2015. Pendek (Stunting) di Indonesia. Masalah dan Solusinya. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kementerian Desa. Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, 2017. Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting.

TNP2K Cetakan 1, 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta.

Buku pegangan KIA untuk ibu hamil dan balita

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.